Seringkali terlihat bahwa hal-hal yang melibatkan uang dan kekuasaan tidak memiliki pola berbasis gender. Namun, ketika menangani uang atau ‘masalah keuangan’ dalam perspektif yang lebih luas, pria berkaitan dengan melakukan beberapa kesalahan yang khas. Pada dasarnya ini adalah kesalahan yang disebabkan oleh karakteristik ego, kebiasaan dan pola pikir laki-laki . Di sini, kita akan membahas enam kesalahan keuangan yang paling umum pria lakukan:
1. Perdagangan di Bursa, Membeli MF tanpa Pemahaman yang baik
Ada sesuatu tentang iming-iming uang cepat atau bualan tentang membuat keuntungan luar biasa di bursa saham yang menarik kita semua. Namun, laki-laki sangat rentan terlibat dalam jual beli saham tanpa memiliki pemahaman yang baik tentang pasar saham. Hal serupa berlaku untuk MF atau Reksa Dana. Pria memiliki ego besar dan merasa perlu membual tentang kemampuan mereka untuk berinvestasi. Namun, investasi di instrumen keuangan yang terkait pasar membutuhkan pemahaman yang lebih daripada rata-rata penanganan portofolio keuangan seseorang.
Demikian pula, beberapa pria memiliki kebiasaan merujuk satu sama lain. “Kontak” mereka yang pada dasarnya agen, terkait dengan berbagai perusahaan perdagangan keamanan. Ini bukan orang-orang yang paling bisa diandalkan untuk mendikte keputusan Anda.
2. Tidak Menabung dengan Serius karena Warisan Tampaknya Menjanjikan
Satu kesalahan umum yang dibuat oleh pria adalah percaya diri yang terlalu tinggi mengenai jenis properti atau aset yang akan diwarisi. Banyak pria cenderung berpikir bahwa menabung tidak diperlukan. Namun, warisan keluarga sering menjadi tikungan tak terduga, membuat Anda terkejut.
Investasi di Asuransi Jiwa dan Dana Provident Umum tidak boleh diabaikan.
3. Menghamburkan pada Wanita
Kebanyakan pria memiliki kebiasaan membuat wanita terkesan dengan kekuatan keuangan mereka. Hal ini berarti menghabiskan terlalu banyak ketika makan atau belanja. Tidak ada yang salah dalam membayari. Namun, ada perbedaan antara belanja dan menghamburkan. Setiap kencan dengan seorang wanita tidak berarti bahwa Anda harus membeli hadiah untuknya.
4. Membeli Gadget Mahal Hanya untuk Gengsi
Laki-laki lebih rentan untuk menjadi penyuka gadget. Obsesi pada mainan teknologi sering tidak memiliki batas. Ini menyebabkan pembelian TV, laptop, ponsel, pemutar media, tablet, dan jenis-jenis gadget elektronik dan aksesoris terbaru.
Upgrade ke platform teknologi yang lebih baik itu tidak salah. Namun, membeli hampir setiap perangkat baru dalam dunia gadget menunjukkan suatu sifat obsesif yang perlu dikoreksi.
5. Gaya Hidup Tinggi
Ya, sulit bagi kita semua untuk mengekang hal menarik yang mengelilingi kita. Namun, setiap orang harus memiliki kendali realitas dari waktu ke waktu tentang jenis gaya hidupnya. Setiap cangkir kopi tidak perlu menjadi latte dan setiap sepasang kaus kaki tidak perlu bermerek.
Hanya karena Anda memilih untuk rendah hati tidak berarti Anda pelit.
6. Mengabaikan Pengeluaran Harian
Kadang-kadang, pengeluaran cenderung diluar jangkauan perhatian. Pada pria, ini biasanya meliputi biaya sehari-hari yang dikeluarkan untuk rokok, minuman energi atau membeli kopi untuk seluruh tim di kantor. Kebanyakan pria tidak kerepotan berbicara tanpa henti dengan pacar mereka melalui telepon.
Anda bisa memilih program penghematan uang yang terbaik, tapi jika anda tidak berupaya untuk menyimpan, tagihan ponsel bisa menggerogoti tabungan bulanan.

No comments:
Post a Comment