Thursday, May 21, 2015

Keputihan Termasuk Gejala Kanker Serviks

Keputihan Termasuk Gejala Kanker Serviks
May 22nd 2015, 01:33

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEMARANG – Sekretaris Tim Kanker RSUP Dr Kariadi, Semarang Dr dr T Mirza Iskandar, SpOg (K) Onk mengatakan kanker serviks masih bisa diatasi apalagi masih stadium awal.

Sebisa mungkin untuk deteksi dini para perempuan harus tahu gejalanya antara lain keputihan. Nah untuk keputihan kadang-kadang oleh kaum perempuan dianggap biasa. Beberapa kasus tidak diobati, atau diobati sekadarnya.

"Kemudian contact bleeding, setiap berhubungan pasti berdarah. Dua hal itu merupakan gejala awal di stadium awal. Tapi untuk yang tingkat lanjut (stadium 2 ke atas) yaitu nyeri perut bawah, hingga gangguan saat buang air kecil," katanya.

Bicara tentang pencegahan, menurutnya perlu diutamakan pencegahan primer dahulu yaitu mulai menjaga kebersihan sistem reproduksi dan vaksinasi.

Lalu munculnya berbagai aksesoris seks, semisal kondom dengan aroma macam-macam. Hal itu jelas menggunakan bahan kimia, dan jelas merusak sistem.

Pencegahan primer kedua itu dari vaksin. Dari perkumpulan dokter-dokter kanker kandungan, sudah merekomendasikan pemberian vaksin mulai anak usia 10 tahun hingga dewasa usia 55 tahun.

"Untuk pasangan yang sudah melakukan hubungan seksual (tidak bicara menikah) harus melakukan papsmear. Ini merupakan pencegahan sekunder. Papsmear punya keterbatasan yaitu butuh waktu dan biaya. Lalu butuh teman-teman patologi anatomi," ujarnya.

Alternatif lainnya adalah deteksi dini dengan metode Inspeksi visual Asamasetat (Iva). Interpretasinya harus dilakukan dokter umum, dan bidan yang terlatih. Iva itu dikerjakan dimana saja. (tim)


unsubscribe from this feed

No comments:

Post a Comment