Saturday, June 27, 2015

Hidup dengan Disabilitas Mengancam Masyarakat Indonesia

Hidup dengan Disabilitas Mengancam Masyarakat Indonesia
Jun 28th 2015, 11:54

Jakarta - Penduduk Indonesia hidup lebih lama, tetapi menghabiskan waktu lebih banyak dalam disabilitas dikarenakan oleh penyakit dan kecelakaan non-fatal seperti nyeri pinggang bawah, kurang darah karena kekurangan zat besi, serta migren. The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), organisasi independen dan merupakan bagian dari University of Washington, mengungkapkan analisa terbaru bahwa sejak 1990, diabetes telah menggantikan schizophrenia, sebagai penyakit yang menyebabkan hidup dengan disabilitas (YLD) bagi wanita dan pria di Indonesia.

Dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, studi tersebut mengungkapkan pada 2013 beberapa penyakit seperti depresi tingkat tinggi, kehilangan pendengaran, serta COPD atau penyakit penyumbatan paru kronis masuk ke dalam daftar 10 penyebab hidup dengan disabilitas di Indonesia. Baik pria maupun wanita, penyebab utama hidup dengan disabilitas masih tetap sama selama periode ini, namun semakin bertambah korbannya, karena pertumbuhan populasi dan penuaan.

Bagi wanita di Indonesia, diabetes telah menggantikan schizophrenia sebagai penyebab hidup dengan disabilitas (YLD). Antara 1990 dan 2013, YLD yang disebabkan oleh diabetes meningkat hingga 242 persen, sedangkan YLD yang disebabkan oleh gangguan muskuloskeletal, termasuk kecelakaan pada bahu dan fraktur karena osteoporosis, meningkat sebesar 100 persen.

Di sisi lain, YLD yang disebabkan oleh anemia karena kekurangan zat besi mengalami penurunan hingga 22 persen. YLD karena diabetes pada pria di Indonesia antara 1990 dan 2013, meningkat sebesar 292 persen. YLD dari COPD meningkat hingga 90 persen dan YLD yang disebabkan anemia karena kekurangan zat besi menurun sebesar 27 persen.

Co-author dari studi ini Dr Soewarta Kosen mengatakan, penduduk Indonesia semakin terancam dengan penyakit non-fatal, seperti sakit tulang belakang, migren, dan depresi. Penyakit-penyakit seperti anemia kekurangan zat besi, penyakit paru obstruktif kronik, telah mengakibatkan penduduk Indonesia kehilangan usia produktif.

"Oleh karena itu penting dipahami, jenis penyakit dan trauma atau kecelakaan yang menyebabkan disabilitas, sehingga kita dapat mengalokasikan sumber daya secara efektif," ungkap dia.

Angka tersebut ternyata tidak jauh berbeda dengan data global. Sebab, antara 1990 dan 2013, YLD telah meningkat secara global, dari 537,6 juta pada 1990 menjadi 764,8 pada 2013 untuk kedua jenis kelamin. Pria dan wanita di seluruh dunia mengalami penyebab utama YLD yang sama, kecuali untuk penyakit skizofrenia yang menjadi penyebab utama bagi pria, dan gangguan muskuloskeletal bagi wanita.

Gangguan muskuloskeletal, gangguan mental dan penyalahgunaan zat terlarang, gangguan neurologis, dan penyakit pernapasan kronis menjadi penyebab utama YLD di tahun 2013. Beban penyakit dari sakit punggung bagian bawah dan depresi telah meningkat lebih dari 50 persen sejak tahun 1990.

Para peneliti menemukan bahwa dengan semakin bertambahnya umur seseorang, mereka akan mengalami lebih banyak penyakit yang disebabkan oleh cedera nonfatal. Banyak orang juga menderita komplikasi penyakit. Jumlah orang yang menderita 10 penyakit atau lebih meningkat menjadi 52 persen. Dan tidak hanya orang tua yang mengalaminya. Meskipun dampak YLD meningkat seiring usia, dari 2,3 miliar orang yang menderita lebih dari lima penyakit, 81 persen-nya berusia di bawah 65 tahun.

Studi tersebut merupakan bagian dari "Insiden global, regional, dan nasional, prevalensi, serta tahun-tahun yang diderita dengan disabilitas untuk 301 penyakit akut dan kronis, serta cedera di 188 negara, periode 1990-2013: analisis sistematik untuk Global Burden of Disease Study 2013″.

Studi tersebut merupakan yang pertama meneliti jangkauan, pola, serta tren kemunduran kesehatan nonfatal di seluruh dunia. Diterbitkan di The Lancet pada 8 Juni, studi ini dilakukan oleh konsorsium peneliti internasional yang mengerjakan proyek Global Burden of Disease yang dipimpin oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington (Universitas Washington).

Penyebab utama YLD di Indonesia – pria dan wanita, 2013

1. Nyeri pinggang bawah
2. Anemia karena kurang zat besi
3. Migren
4. Gangguan depresi berat
5. Kehilangan pendengaran dan penyakit ketuaan lain.
6. Penyakit penyumbatan paru kronik
7. Diabetes
8. Nyeri leher
9. Gangguan Kecemasan
10. Schizophrenia

 

Indah Handayani/FER

Investor Daily


unsubscribe from this feed

No comments:

Post a Comment