Saturday, June 27, 2015

Depresi Pada Wanita Hamil

Depresi Pada Wanita Hamil
Jun 27th 2015, 16:00

Sementara depresi itu sendiri dapat melemahkan, berurusan dengan depresi bersama dengan tahap kehidupan di mana ada perubahan hormonal dapat menjadi lebih sulit. Depresi selama kehamilan sangat umum dan statistik mengatakan bahwa sekitar 14% sampai 23% wanita mengalami beberapa bentuk depresi selama kehamilan.

Ada beberapa orang yang mengalami gejala depresi pada wanita ini karena efek hormon. Namun, depresi selama kehamilan adalah masalah yang sangat nyata dimana banyak yang berjuang untuk memerangi dan mengatasi. Bahkan, banyak perempuan bahkan tidak menyadari bahwa mereka menderita depresi selama kehamilan karena mereka mengaitkan apa yang mereka rasakan dengan perubahan hormon. Oleh karena itu harus diwaspadai gejala depresi pada wanita muda ini dan mendapatkan bantuan jika diperlukan ketika gejala ini muncul selama kehamilan.

Mengidentifikasi Depresi Selama Kehamilan
Sementara tahap awal gejala depresi pada wanita yang sedang hamil termasuk kecemasan, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi dan perubahan mood umum lainnya yang terjadi selama kehamilan, gejala berikut harus dipantau jika menjadi lebih sering dan parah. Wanita hamil membutuhkan lebih banyak pemahaman serta cinta dan dukungan untuk menangani periode ini dalam hidup mereka.

Namun, jika gejala berikut bertahan, bantuan medis yang tepat mungkin diperlukan untuk menangani gejala-gejala ini dan mengatasinya :

Kecemasan dan mudah tersinggung.
Serangan panik.
Insomnia atau tidur terlalu banyak.
Kurang nafsu makan atau makan terlalu banyak.
Perasaan tidak mampu merawat diri sendiri dan bayi di dalam rahim.
Ketidakmampuan dalam mengikuti arahan medis untuk perawatan diri selama kehamilan.
Penggunaan narkoba dan alkohol untuk memerangi perasaan depresi.
Kesedihan terus-menerus.
Perasaan tidak berharga.
Pikiran untuk bunuh diri.

Dalam kebanyakan kasus, makin muda si wanita, semakin tinggi risiko depresi selama kehamilan.

Perlu diingat bahwa ketika depresi tidak diobati selama kehamilan, ada kemungkinan lebih tinggi untuk depresi post-partum, yang dapat lebih melemahkan dan kompleks, menyebabkan ibu baru bahkan tidak dapat terikat dengan bayinya. Oleh karena itu, secara serius mempertimbangkan gejala-gejala depresi pada wanita selama kehamilan dan mendapatkan bantuan yang diperlukan pada saat yang tepat adalah penting bagi seorang wanita untuk menjalani kehamilan dengan aman dan menikmati penantian membawa kehidupan baru ke dunia ini.


unsubscribe from this feed

No comments:

Post a Comment