Epilepsi atau lebih dikenal dengan penyakit ayan mungkin bukanlah suatu hal yang baru anda ketahui. Namun tidak sedikit juga yang salah mengartikan penyakit epilepsy dengan gangguan dari makhluk halus. Perlu ditegaskan jika gangguan saraf ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan hal supranatural seperti ini.
Penyandang epilepsy kerap kali dijauhkan karna ketidaktauan masyarakat tentang penyakit ini. Padahal Anda tidak akan pernah tertular penyakit ini meskipun Anda berdekatan atau berbagi segala sesuatu dengan si penderita. Meskipun penyebabnya belum diketahui, namun epilepsy sama sekali tidak menular.
Beberapa jenis epilepsy sering dikaitkan dengan pengaruh genetik yang diturunkan dalam satu riwayat keluarga. Ada pula yang mengaitkan penyakit epilepsy dengan penyakit lainnya, seperti ensefalitis virus, meningitis, dan AIDS. Namun di banyak kasus, epilepsy juga dikarenakan gangguan perkembangan, cedera saat dikandungan, trauma kepala, gangguan medis yang menyebabkan kerusakan pada otak, dan demensia.
Bagi orangtua dengan anak yang menyandang epilepsy, penting sekali mengetahui penyakit ini secara detail. Tentu saja untuk mempermudah proses penyembuhan dan pemulihan mental penyandangnya.
Jenis Penyakit Epilepsi
Asumsi yang sering kita dengar adalah penyakit epilepsy akan menyebabkan kejang-kejang dengan gigi yang mengatup. Namun, epilepsy sendiri dibagi menjadi beberapa klasifikasi. Epilepsi tidak timbul karena penyebab dan provokasi dari luar dikarenakan penyakit ini terjadi akibat neuron yang tidak normal dan menimbulkan aktivitas listrik yang berlebih.
Ada tiga klasifikasi umum penyakit epilepsy yang perlu Anda ketahui, diantaranya adalah Epilepsy Partial Seizure, Epilpesy Generalized Seizures, dan Unclassified Epileptic Seizures. Semakin tinggi klasifikasinya, maka akan semakin sulit untuk menanganinya. Epilepsi jenis pertama sering ditandai dengan melamun namun sadar dengan sekeliling. Pada jenis kedua, kondisi akan semakin parah dengan gejala tak sadarkan diri dan badan yang lemas. Bahkan gejala ini juga sering dibarengi dengan kejang atau hentakan di seluruh badan ketika memasuki jenis paling akhir.
Penanganan yang Diberikan untuk Penyakit Epilepsi
Tanpa terapi dan penanganan yang tepat, epilepsy akan semakin kronis. Hal ini bisa terjadi dan membuat banyak kerusakan pada otak penderita. Pemeriksaan dan diagnose dini sangat penting agar mempermudah perawatan. Dengan pengobatan yang teratur, penyakit epilepsy bisa disembuhkan. Dokter biasanya akan memberikan obat anti-epilepsi yang sesuai dan jenis epilepsy itu sendiri. Jangan lupa untuk selalu melakukan check-up secara rutin.
Bila pemberian obat tidak juga berhasil, maka satu-satu jalan adalah dengan melakukan pembedahan. Tindakan ini juga bisa dilakukan jika gangguan terjadi pada lokasi tertentu, seperti di tempat yang tidak mempengaruhi fungsi vital pada tubuh. Penyandang penyakit epilepsy juga harus selalu dijaga oleh orang terdekat agar bisa mengambil tindakan ketika penyakitnya sedang kumat.
No comments:
Post a Comment