Seorang wanita bercerita pada manjur.net, bagaimana ia melewati hidupnya dengan merasa selalu tidak bahagia. Sekitar 10 tahun yang lalu, ia harus berpisah dengan suaminya karena perselingkuhan, dan kemudian ia terus memurungkan diri setiap hari. Sebagai pelarian, dari pagi sampai tengah malam ia selalu bekerja. Di tengah pekerjaan yang terus menyibukannya, sebuah kabar buruk harus ia terima, ya ia terkena kanker rahim.
Bayangan kematian pun kerap menghantuinya, seolah hidup akan semakin singkat. Bahkan, ia menjadi malah kemana-mana termasuk mencari bantuan terapi kanker. Kemudian, ia teringat bagaimana dua anaknya yang kecil dan masih sangat membutuhkannya menangis, hal ini membuat ia merasa bahwa ia harus tetap selalu bahagia, karena dengan merasa selalu bahagia ia dapat melewati semua cobaan ini. Wanita itu pun berupaya menjalani terapi kanker dengan perasaan yang sangat bahagia. Tidak terlihat raut cemas akan berakhirnya sebuah hidup pada diri wanita tersebut.
Tujuh tahun setelah kemoterapi terakhir itu, jatuh di hari ini. Dan, berdasarkan pemeriksaan terbaru di hari ini, dokter mengabarkan bahwa ia bebas dari kanker. Bahkan, dokter sama sekali tidak menyangka jika wanita yang di hadapannya saat ini adalah wanita yang sama dengan yang dulu ia pernah temui. Wanita yang ini terlihat begitu bersinar.
Selalu bahagia, itu yang terus diterapkan oleh wanita tersebut setiap saat. Ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan yang menyita waktunya, dan memilih pekerjaan lain dengan waktu yang fleksibel walaupun gaji yang lebih rendah. Ia memilih lebih sering berolahraga dan berkumpul dengan teman-temannya di klub renang, atau menghabiskan waktu memasak dengan anak perempuannya di rumah. Ia memilih untuk meninggalkan konflik dengan orang lain, termasuk mantan suaminya sendiri, dsan berdamai dengan masa lalu. Ia memilih menghabiskan tabungannya untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan, dan pergi ibadah umrah agar lebih dekat dengan Tuhan.
Ya, menurutnya hidup adalah sebuah pilihan dari dua pilihan yang disediakan oleh Tuhan. Dia telah memilih untuk tetap hidup, saat diberikan cobaan dengan kanker rahim. Yang ia perlukan saat ini adalah, bagaimana hidup tersebut bisa memberi arti, dan bagaimana agar ia selalu bahagia. Dengan merasa selalu bahagia, itulah yang menghantarkannya ke kehidupan yang seharan, dimana secara fisik ia sehat dan secara mental ia pun lebih matang.
Terkadang, banyak orang yang beranggapan bahwa harta bisa menjadikan Anda lebih dari apapun, termasuk membayar Anda untuk tetap sehat dan sejahtera. Nyatanya, banyak orang bergelimangan harta tidak bisa melewati tahapan kemoterapi atau harus terbarin karena stroke. Di sisi lain, seorang yang dulu berkursi roda saat menjalani kemoterapi, tetap tersenyum sambil membangikan sisa tabungannya pada orang lain yang membutuhkan, kini berdiri tegap seolah kanker itu tak pernah Anda.
Kebagiaan memang sesuatu yang unik. Ia tidak bisa dipegang, tapi bisa dirasakan. Dan, sama dengan materi, kebahagiaan juga sesuatu yang harus diusahakan. Bedanya, ketiga anda mendapatkan kebahagiaan tersebut, maka materi menjadi tidak ada lagi artinya.
Yuk, kita selalu bahagia! Utamanya di akhir pekan ini!
The post Yang Anda Butuhkan Hanya Selalu Bahagia appeared first on Manjur.net |.
No comments:
Post a Comment